Pemimpin Baru

1044 Kata

Ruang rapat utama di lantai 16 dipenuhi aroma wangi kopi hitam yang baru saja dituangkan sekretaris ke dalam cangkir-cangkir porselen putih. Kursi-kursi panjang terisi penuh oleh jajaran direksi dan kepala divisi. Sementara layar besar di ujung ruangan menampilkan grafik pertumbuhan perusahaan beberapa bulan terakhir. Semua mata mengarah pada sosok yang duduk di kursi utama, persis di posisi yang biasanya ditempati Axel. Kini, kursi itu diduduki Rafael. Senyumnya tipis, dagunya terangkat sedikit, dengan sorot mata yang penuh percaya diri. “Mulai hari ini, saya yang memimpin rapat-rapat penting perusahaan,” ucap Rafael dengan nada mantap. “Tentu saja bukan karena saya ingin menyingkirkan siapa pun, tapi karena Axel memilih untuk mengundurkan diri. Beliau… lebih memilih fokus mendampingi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN