Saat Angin Buruk Datang

1034 Kata

Suasana apartemen mungil Axel dan Maira terasa hangat sore itu. Bayi mereka, Arden, baru saja tertidur setelah disusui. Maira duduk di sofa. Rambut yang sedikit acak-acakan membuatnya terlihat semakin keibuan. Axel berdiri di dekat jendela besar, menatap langit senja yang memerah. “Sini duduk. Kamu dari tadi mondar-mandir,” kata Maira sambil tersenyum. Axel menoleh, lalu ikut duduk. Ia meraih jemari Maira, menatap wajah istrinya yang lelah tapi bahagia. “Aku masih belum percaya kalau hidup kita berubah cepat sekali. Dari rapat-rapat perusahaan penuh intrik… sekarang aku hanya sibuk mengganti popok.” Maira tertawa kecil. “Dan kamu hebat. Aku pikir kamu bakal canggung, ternyata malah lebih sigap daripada aku.” Axel ikut tertawa, lalu menunduk ke arah bayi mungil mereka. “Dia kecil sek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN