Telepon yang Menghancurkan

911 Kata

Suara hujan menetes pelan di luar jendela apartemen siang itu. Maira duduk bersandar di sofa, selimut menutupi tubuhnya yang lemah. Sejak rapat direksi kemarin, Maira sering pusing dan tubuhnya cepat lelah. Kandungan yang baru beberapa minggu seolah menyedot seluruh tenaganya. Ponsel di meja bergetar. Nada dering pendek, tanda panggilan masuk dari nomor kantor. Maira ragu sejenak sebelum mengangkat. "Halo... dengan saya, Maira." Suaranya parau. "Selamat siang, Bu Maira." Suara formal dari seberang, seorang staf HRD. "Ya...." "Saya dari staf HRD." Maira tersentak, lalu menarik napas panjang mencoba menenangkan diri. Firasatnya sudah tak nyaman, tetapi wanita itu mencoba berpikir positif. "Ada apa?" tanya Maira sopan. "Mohon maaf mengganggu. Kami menelepon untuk menyampaikan kep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN