Syukur di Tengah Amarah

1110 Kata

"Perempuan miskin itu hanya mengincar harta keluarga kita!" Lorong panjang di luar ruang rapat mendadak terasa sunyi begitu pintu kayu besar itu menutup. Para anggota keluarga masih tertegun. Berita kehamilan Maira mengguncang harga diri mereka, lebih dari apa pun yang pernah terjadi sebelumnya. Axel menggendong Maira yang belum sepenuhnya sadar. Wajahnya tegang tetapi tatapannya tak lepas dari istrinya. “Kita ke ruang medis saja. Pelan-pelan,” bisiknya lirih. Sekretaris Axel mengikuti dari belakang. Sementara itu, suara-suara sumbang mulai terdengar di lorong lain. “Ini benar-benar gila.” “Tadinya aku kira cuma gosip Axel jatuh cinta buta, ternyata dia malah akan jadi ayah dari calon penerus.” “Papa akan memaksakan kehendaknya lagi, kau lihat saja.” Si Tante, dengan mata masih mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN