BAB 12. Mocktail Kematian

1109 Kata

Lucca tersenyum. Dia berjalan menuju ranjang di sana, tapi langkahnya terhenti di dekat meja makan, dituangnya minuman dari botol ke gelas kaca. Lalu dia bawa menuju ranjang. “Aku takut di tengah permainan nanti kamu haus,” ucap Lucca pelan dan lembut. Lalu dia letakkan gelas itu di atas meja nakas. Lucca merangkak naik ke atas ranjang, gerakannya membuat Miranda terkekeh kecil. Miranda pikir, pria tampan ini sedang menggodanya. Ingin sekali menerkamnya karena dia terlalu mempesona. Padahal Lucca bersiap menerkam dalam artian lain. Artian sebenarnya. “Kamu, cantik,” bisik Lucca tepat di cuping telinga Miranda. Membuat wanita yang tengah mabuk kepayang itu menggeliat pelan. Baru mendengar bisikannya saja sudah membuat Miranda bergejolak. “Ohh Arga ….” “Kenapa Sayang? Sudah nggak tahan?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN