Happy Reading. Levina terlihat murung pagi itu setelah menyiapkan sarapan untuk Ethan. Aroma nasi goreng yang baru saja diangkat dari wajan bercampur dengan wangi kopi hitam memenuhi dapur apartemen mereka di kawasan Kuningan, Jakarta. Dari balik jendela besar, langit tampak kelabu—hujan baru saja reda, menyisakan udara lembap dan dingin khas musim penghujan. Tadi malam dia tidur di kamar Ethan saling berpelukan dan berbagi selimut, seperti sepasang suami istri. Namun pagi ini, ada sesuatu yang berubah di hati Levina. Rasanya sesak. d**a berat. Kepalanya penuh pikiran. Entah kenapa, setiap kali mengingat malam tadi, ada perasaan yang menyesakkan di dadanya. Semuanya bermula ketika Ethan tertidur dan tiba-tiba mengigau. Laki-laki itu memanggil nama seseorang—nama yang tak pernah Levi

