46. Tameng Helva

1102 Kata

Hujan turun pelan sore itu. Kota Zolpha diguyur langit kelabu seperti menggambarkan isi hati Daniel yang kacau. Setelah dua hari menimbang, dua malam tanpa tidur, dan satu sore menghadapi tekanan dari Denis dan Alpha Corp, akhirnya dia melangkahkan kaki ke tempat yang paling dia rindukan, pintu apartemen Helva. Ketukan pelan. Tak ada jawaban. “Dia tidak mungkin di sini, kan?” Pikirnya. Lantas menghela napas. Tapi ketika dia hendak pergi, pintu terbuka perlahan. Seorang gadis muda berdiri di sana, mengenakan kemeja putih. Daniel menatapnya, menyelidik di mana pernah melihat sosok itu yang terasa tidak asing dalam ingatannya. “Kau … Helva,” gagapnya dengan lirikan mata yang tertuju pada gadis itu dan ke balik pintu apartemen yang masih terbuka. Gyuri, teman Helva itu menghela nap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN