Daniel menuruni mobil dengan langkah yang terasa berat, seperti setiap sendinya membawa beban yang tak terlihat. Jalan menuju rumah orang tuanya dipenuhi kilatan lampu dari kamera yang masih berkeliaran di kejauhan, wartawan yang tak jemu mengikuti jejak skandal. Petugas keamanan sudah berjaga di pagar, wajah mereka tegang, penuh kewaspadaan. Pintu gerbang terbuka, dan pandangan Daniel langsung tertumbuk pada sosok yang dia harap tak akan pernah melihat dalam keadaan seperti ini, ibunya berdiri di teras, pakaian rapi namun matanya merah dan kantung di bawahnya tampak jelas. Senyumnya dipaksakan, tipis seperti selembar kertas basah yang hampir sobek. “Mama,” suaranya seret. Ibunya mengangkat tangan, mencoba melambaikan senyum yang lebih mirip simpul. Di sampingnya, sepupu perempuan Daniel
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


