Ruang rapat utama Sky Light dipenuhi para direksi. Udara terasa berat dengan aroma kopi yang mulai dingin. Semua mata tertuju pada dua sosok yang duduk berseberangan, Daniel, CEO muda dengan wajah tenang namun tatapannya tajam, dan Denis, pria berambut perak yang sudah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia bisnis dengan reputasi keras dan penuh intrik. Helva berdiri di sisi Daniel, menyiapkan dokumen. Senyumnya tetap profesional, padahal dadanya berdegup lebih cepat daripada biasanya. Denis menepukkan tangan ke meja, membuat semua orang terlonjak. “Aku ingin penjelasan, Daniel! Apa maksudmu menerima suntikan dana dari Dash? Kau tahu betul siapa dia, dan apa yang dia lakukan di masa lalu.” Daniel menghela napas, menatap dewan sebelum beralih ke arah Denis. “Apa masalahnya jika investor

