51. Ancaman Kecil Helva

1117 Kata

Pagi itu, Helva berdiri di depan gedung tinggi berlapis kaca, tampak menjulang dan memantulkan cahaya matahari seperti benteng yang tak tersentuh. Di tangannya, sebuah map hitam berisi dua hal, proposal bantuan untuk Sky Light, dan sejarah yang tak ternilai tentang masa lalu perusahaan itu. Satu map lagi yang dia siapkan secara rahasia. Dia melangkah masuk, langkahnya mantap walau perutnya terasa tegang. Resepsionis mengarahkan Helva menuju lantai 27, ruang rapat khusus direksi. “Astaga. Kau memang bernyali, Helva. Apa sepenting itu Sky Light untukmu?” Edmund muncul entah dari mana saat Helva tengah menunggu lift. “Lebih tepatnya, Daniel yang penting untukku, bukan perusahaannya. Tapi, aku gak membantah kalau mereka penting. Penting untuk keberlangsungan hidupku,” jawab Helva tenang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN