52. Peringatan Kecil

1117 Kata

Saat ruangan masih hening Helva melanjutkan, suaranya tajam namun terkendali. “Aku punya salinan email, transaksi keuangan yang mengalir ke rekening pihak luar, hingga dokumen yang sengaja diubah untuk membuat perusahaan terlihat gagal memenuhi kontrak. Semua mengarah padamu. Aku mengumpulkan ini selama bertahun-tahun, diam-diam. Menunggu saat yang tepat,” tuturnya dengan senyum lebar yang bak belati beracun. “Bahkan yang hadir di ruangan ini pun, seluruhnya terlibat.” Tatapan Helva mengarah pada Edmund yang diam. Dia sama sekali tak menyangka. Rendo tertawa pendek, tapi suaranya terdengar kaku. “Kau pikir ancaman ini akan membuatku terburu-buru menyetujui bantuan?” Helva mencondongkan tubuhnya. “Bukan ancaman, Om Rendo. Ini fakta. Dan kalau Artha Capital menunda bantuan, aku pastikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN