bc

PERMAINAN GELAP SANG CEO

book_age18+
10
IKUTI
1K
BACA
dark
family
HE
love after marriage
age gap
forced
friends to lovers
arranged marriage
arrogant
kickass heroine
mafia
gangster
heir/heiress
drama
sweet
bxg
lighthearted
serious
kicking
bold
campus
city
office/work place
childhood crush
friends with benefits
addiction
substitute
like
intro-logo
Uraian

"Papamu sudah menentukan hari pernikahanmu dengan Xafier. Jangan mencoba kabur dari rumah Venus!"

Venus yang sejak seminggu lalu di kurung di kamarnya menatap datar pada Ibu tirinya itu.

"Menikah? Lucu sekali keluarga ini. Menyuruhku pulang demi menggantikan anak mereka yang kabur!"

#

"Xafier, apa kamu yakin menikahi gadis itu? Kamu bahkan belum mengenalnya?" "Lakukan saja, bukannya ini yang kalian inginkan?"

#

Di paksa menikah dengan orang yang tak di kenal. Saat Venus melangkah memasuki tempat Xafier, saat itulah dia menemukan banyak hal di luar dugaannya.

#

Selamat datang di buku kesekian....

enjoy your time....

Don't copas.....

Design art : Foxie_artworks aka Fey Foxie

IG : Sangkarachan/Sangkarachan2

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1
"Venus, kamu sudah tahu kan, kenapa papa suruh kamu pulang?" Venus masih duduk dengan tenang di depan sang papa. Dia enggan menatap sang papa yang sedang mengajaknya bicara. Adrian menghembuskan napas panjangnya karena tahu jika putri nya tengah kecewa padanya. "Venus, papa sedang bicara sama kamu." Akhirnya tanpa sadar nada bicara Adrian meninggi. Venus yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya, mengangkat kepalanya. Dia menatap papanya tanpa minta. Dia tersenyum sinis karena dia di paksa pulang untuk menutupi sesuatu. "Jadi aku di paksa pulang hanya untuk menutupi aib si jalang itu?" Brak..... Adrian menggebrak meja kerjanya karena kata kata Venus. Dia sungguh tak menyangka jika Venus berubah seperti ini saat dia mengirim nya ke luar negeri beberapa tahun silam. "Apalagi yang anak kesayangan papa lakukan? Hamil? Kabur dengan kekasihnya dan menolak perjodohan ini?" Adrian memijat pelipisnya yang berdenyut. Adrian bahkan tak tahu jika Venus sudah mendapatkan semua informasi itu. Melihat kediaman sang papa, Venus berdecih sinis. Semua yang di katakan Venus adalah benar. Saudara tirinya itu membuat masalah dan dia lagi yang harus mengurus masalah itu. Venus bangkit dari duduknya lalu menatap papanya tajam. "Katakan padaku, dimana Sabitha?" Adrian melihat perubahan wajah Venus dengan cepat. Adrian benar benar sudah tak mengenali putrinya itu. "Ah, aku akan merubah pertanyaanku. Siapa yang akan di jodohkan dengan jalang itu?" Adrian tetap diam membisu, dia tak mungkin mengatakan itu pada Venus saat ini. "Istirahat lah, dan bersiaplah untuk makan malam besok bersamanya dan keluarganya." Saat ingin membantah, ponsel Venus bergetar. "Aku kesana!" Venus beranjak dari sana karena mendapatkan telfon dari orang suruhannya. Adrian yang melihat Venus akan pergi langsung mencekal tangannya. "Mau kemana kamu? Kita belum selesai bicara!" Venus melihat pergelangan tangannya yang di tahan oleh Adrian. Matanya membesar, karena dia tak suka di sentuh sembarangan meskipun itu adalah papanya. "Lepas!!" Adrian kembali terkejut melihat wajah Venus yang terlihat marah kepadanya hanya karena dia memegang tangannya. Perlahan cekalan tangan Adrian mengendur karena tatapan tajam Venus kepadanya. Venus lalu pergi dari sana, tapi saat dia sampai di ambang pintu langkah nya terhenti. Tanpa berbalik kepada Adrian, suara Venus kembali terdengar. "Aku akan ikut apa katamu soal perjodohan itu, tapi jangan ikut campur semua urusanku!!" Blam.... Venus menutup pintu itu dengan keras. Adrian mengepalkan tangannya melihat kelakuan Venus saat ini. Tubuh Adrian ambruk ke sofa. Dia tak tahu jika Venus banyak berubah, apalagi sejak dia menikah lagi dengan Rosi dan membawa saudara tiri ke rumah itu. "Maafin papa Venus." # Venus yang baru saja keluar dari ruangan papanya bertemu dengan ibu tirinya. Rosi berdiri di depan Venus dengan wajah angkuhnya. Venus yang sedang terburu-buru tentu saja kesal. "Minggir!!" Rosi tak juga berpindah tempat dan itu semakin membuat Venus kesal. "Apa yang kamu mau?" tanya Venus dengan nada dingin. Rosi tersenyum mengejek saat melihat Venus. Tapi dalam hati dia iri saat melihat Venus yang kembali kesana. Penampilan nya sangat berbeda dengan yang dia lihat beberapa tahun silam. Terutama mata Venus yang saat ini tak pernah bisa di tebak. "Kamu sudah di beritahu tentang perjodohan itu bukan? Jadi jangan kabur setelah ini!" Venus menaikkan sebelah alisnya mendengar perkataan Rosi, ibu tirinya. "Cih, jadi kamu menghentikan jalanku hanya untuk membicarakan itu? Lebih baik jangan menggangguku!!" Venus mendorong tubuh Rosi kesamping. Membuat Rosi yang tak siap terhuyung ke samping. "Kamu gila hah?" bentak Rosi yang masih berpegangan pada meja di dekatnya. Venus yang kembali ingin melangkah langsung berhenti. Dia berbalik ke arah Rosi lalu menatapnya tajam. "Kamu yang membuat ulah, kenapa aku yang di sebut gila? Dan sejak tadi yang terus berteriak, menghalangi jalanku adalah kamu. Jadi siapa yang kamu bilang gila?" Setelah mengatakan itu, Venus melanjutkan langkahnya pergi. Dia harus menemui seseorang saat ini. Sedangkan Rosi memukul keras meja yang ada disebelahnya. Dia merasa jika kepulangan Venus saat ini akan menjadi penghalang baginya. "Venus, sialan. Harusnya aku menghabisinya sejak lama!" geram Rosi marah. Banyak para pelayan disana tapi mereka menutup mata dan telinga mereka demi keamanan mereka. Setelah itu Rosi pergi menemui Adrian untuk membicarakan semuanya yang harus di persiapkan. # Venus saat ini sudah berdiri di depan sebuah hotel. Dia menatap hotel itu dengan jijik. Entah kenapa dia enggan menginjakkan kakinya disana. Tapi dia harus kesana karena mencari seseorang. Venus melangkahkan kakinya masuk ke dalam hotel itu. Tatapannya datar dan disana sudah menunggu orang yang ingin dia temui. "Dia ada di dalam seperti dugaanmu!" Brak.... Tanpa menunggu lama, pintu di depan Venus di tendangnya dengan keras. Dia orang yang sedang berbagi peluh itu langsung bangkit. Dan dengan cepat orang orang Venus menutup tubuh mereka dengan melempar selimut. "Ve-venus?" "Sa-yang!" "Wah .... pemandangan yang menakjubkan!" Venus berjalan ke arah sofa dengan santai. Tapi berbeda dengan dua orang yang baru saja tertangkap basah saat ini. Mereka melihat Venus dengan wajah takutnya. Tubuh mereka bahkan tak mengenakan sehelai benangpun dan hanya di tutupi selimut yang baru saja di lempar oleh anak buah Venus. "Venus, ini nggak seperti yang kamu lihat." Alis Venus terangkat sebelah, dia berdecih sinis karena mendengar perkataan yang tak masuk akal. "Nggak seperti yang ku lihat? Apa mungkin aku buta ya?" canda Venus dengan tatapan sinis nya. Wanita di depan Venus terus memegang erat selimut yang menutupi tubuhnya karena disana ada beberapa laki laki lain yang di bawa Venus. "Venus, kenapa kamu bawa orang asing begitu banyak?" Venus melihat sisi kanan dan kirinya. Ada empat orang yang berjejer dan mereka semua adalah anak buah kesayangan Venus. "Mereka bukan orang asing, mereka keluargaku!" jawab Venus santai. Kedua orang di depannya ini saling pandang tak percaya. Apalagi Venus tiba tiba ada di negara itu dan langsung menangkap basah mereka berdua. "Sayang, kapan kamu tiba disini?" tanya Laki laki itu terbata. "Siapa sayang mu? Aku? Sejak kapan?" Venus menunjuk dirinya sendiri dengan wajah tak biasanya. Terlihat santai tapi itu juga mematikan untuknya. Dia bahkan tak tahu jika Venus ada di negara itu. Yang dia tahu Venus masih ada di luar negeri. "Venus, kamu bicara apa? Kamu kekasihku?" "Kekasih? Tapi kamu berbagi peluh dengan jalang itu!" Mata sang wanita langsung melotot, mendengar perkataan Venus. Bahkan Venus menyebutnya jalang. "Venus, jaga bicara kamu. Aku bukan jalang!!" Venus menyeringai, dan dia melempar semua foto yang dia bawa sejak tadi. "Kalau bukan jalang, apa namanya?" Tangan wanita itu, gemetar mengambil beberapa foto yang di lempar. Disana ada foto fotonya bersama laki laki yang ada di sampingnya itu. "Ka-kamu dapat semua foto ini dari mana?" Laki laki itu pun mengambil foto yang di lempar oleh Venus. Matanya juga melotot, dia menatap Venus takut. Selama ini dia berpikir jika Venus tak tahu soal apa yang dia lakukan. "Sayang ...." panggil Edgar pelan. "Hubungan kita selesai, semenjak kamu menyentuh wanita jalang itu Edgar. Dan mulai saat ini, semua akses untukmu aku putus dalam segala hal!" Mata Edgar membelalak, dia merangkak ke arah Venus. Dia ingin menyentuh Venus tapi dua orang laki laki yang ada disisi Venus langsung menghalangi langkah Edgar. "Minggir, aku ingin bicara dengan Venus kekasihku. Kamu hanya orang rendahan!" Tapi dua laki laki itu tak menyingkir sedikit pun. Mereka masih berdiri di depan Venus dengan wajah menyeramkan. "Kak Adoy, kak Dilan.... jangan terlalu pasang wajah menyeramkan. Dia akan takut dengan kalian!" Dua orang di depan Venus langsung bergeser kesamping. Tapi saat Edgar ingin merangkak lagi ke arah Venus, sebuah tendangan mengarah pada Edgar. Duk.... "Edgar!!!" teriak wanita di sampingnya. Amitha merangkak ke arah Edgar yang terjengkang ke belakang Amitha melihat Edgar yang kesakitan lalu menatap Venus dengan tatapan benci. "Wah, anak seorang pembantu berani sekali menatap ku seperti itu. Aku lupa jika kalian aku pungut dari bawah tapi setelah kalian hidup enak kalian berusaha naik untuk melampaui ku?" Venus berdiri di depan Edgar dan Amita yang terus menatapnya datar dan dingin. "Kamu keterlaluan Venus, selama ini aku yang selalu bersama Edgar. Kamu tak pernah ada disini, bahkan saat dia butuh bantuan mu, kamu tak pernah ada disini. Dan sekarang kamu memperlakukan kami seperti ini?" Venus berdecih sinis, dia merasa lucu dengan dua orang di depannya ini. "Kalian kembalilah ke tempat asal kalian!!" Teriakan Edgar dan Amitha tak di hiraukan oleh Venus. Dua orang pengawal pribadi Venus yang di panggil kak tadi juga pergi dari sana. "Berengsek kamu Venus!!" to be continued

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

30 Days to Freedom: Abandoned Luna is Secret Shadow King

read
317.7K
bc

Too Late for Regret

read
350.1K
bc

Just One Kiss, before divorcing me

read
1.8M
bc

Alpha's Regret: the Luna is Secret Heiress!

read
1.3M
bc

The Warrior's Broken Mate

read
148.7K
bc

The Lost Pack

read
461.8K
bc

Revenge, served in a black dress

read
157.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook