91

1181 Kata

Ruang meeting masih dipenuhi sisa euforia. Proyek yang mereka tangani berbulan-bulan akhirnya hampir rampung, dan hasil presentasi terakhir tadi berjalan lebih baik dari yang mereka perkirakan. Tepuk tangan, sorakan kecil, bahkan beberapa candaan lepas terdengar sebelum satu per satu timnya mulai membereskan laptop dan berkas. “Kerja bagus, semuanya,” ujar Victoria tulus. “Kita tinggal selangkah lagi.” Wajah-wajah lelah itu berubah bangga. Setelah memastikan tidak ada lagi yang perlu dibahas, Victoria pamit dan kembali ke ruangannya. Sore itu dia berniat pulang lebih cepat. Tubuhnya lelah, dan pikirannya juga butuh jeda. Dia baru saja memasukkan beberapa dokumen ke dalam tas ketika ponselnya bergetar. Nomor tak dikenal. Namun jantungnya langsung mengenali siapa pemiliknya. Nomor itu t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN