Hari-hari setelah malam hujan itu berubah tanpa banyak kata. Tidak ada pengakuan besar, tidak ada kesepakatan tertulis, tetapi jarak antara Victoria dan Alex perlahan menghilang. Pertemuan kerja terasa lebih personal, percakapan lebih panjang dari yang seharusnya. Tatapan mereka kini tidak lagi sekadar profesional, ada sesuatu yang tumbuh, diam-diam tapi pasti. Di sisi lain, hubungan Victoria dengan Tian justru merenggang. Pesan-pesan yang dulu rutin kini jarang. Telepon yang biasanya panjang berubah menjadi singkat dan formal. Hingga suatu sore, Tian mengajaknya bertemu. Mereka duduk di sebuah kafe yang terlalu terang untuk percakapan yang terasa berat. Tian tampak gelisah, jemarinya terus mengetuk meja. “Aku dengar kamu makin sering sama Alex,” ucapnya tanpa basa-basi. Victoria menat

