Alex bangkit lebih dulu dari kursinya, menggeser piring kosong ke sisi meja. Gerakannya tenang, nyaris tanpa suara. Victoria sempat menoleh, mengira dia hanya ingin meregangkan badan, tapi Alex melangkah langsung menuju meja kasir kecil di dekat dapur. Dia berbicara singkat dengan pemilik kedai, lalu mengeluarkan dompetnya. Wanita tua itu sempat tersenyum, menggeleng pelan seolah menolak, tapi Alex tetap meletakkan uang di atas meja dengan sikap tegas tapi sopan. “Terima kasih banyak, Bu,” ucap Alex tulus. “Iya, Nak. Hati-hati di jalan,” balas wanita itu ramah. Alex berbalik dan kembali ke meja mereka. Victoria sudah berdiri, menyampirkan tas di bahunya. Tatapannya singkat bertemu dengan Alex, lalu pria itu berkata pelan, “Ayo.” Mereka melangkah menuju pintu kedai. Begitu hendak keluar

