Bima kini berada di titik terendah dalam hidupnya, dia hanya bisa menatap kosong gundukan tanah yang kini berjajar menjadi tiga. Kania, Aldo, dan Ibu Gndari. Sosok itu telah pergi, mereka meninggalkan Bima seorang diri di dunia ini, banyak kenangan tentang keduanya yang tidak kunjung bisa Bima lupakan, khususnya kenangan menyakitkan. Bagaimana Bima menyakiti Kania, menentang Ibunya atau bahkan menghajar Aldo. Dulu, Bima hanya bisa melihat sisi buruk dari mereka bertiga. Dan kini kenangan baik tentang mereka mengambil alih pikirannya hingga meninggalkan Bima dengan penyesalan yang amat mendalam. Si kembar belum tau nenek mereka, bahkan Bima belum sempat memberikan cucu perempuan yang sangat diinginkan olehnya. Ratih menatap sang suami yang masih berada di dekat makam sang mertua. Menarik