BSW Bab 148

2099 Kata

Dengan memeluk Haniya, Raga berjalan menghampiri kedua orang tuanya yang sudah menunggu di teras. Dua sudut bibir pria itu melengkung ke atas. Di belakang pria itu, Mara berjalan mengikuti. Bola mata Raga bergerak memperhatikan kedua orang tuanya yang saling berpegangan tangan. Dia sudah merasakan seperti apa ketika pertama bertemu dengan Haniya. Bayi yang mereka pikir sudah tidak ada, namun tiba-tiba muncul saat sudah menjadi gadis cilik yang cantik dan menggemaskan. Perasaan tak terkatakan itulah, yang saat ini pasti sedang dirasakan oleh kedua orang tuanya. Menghentikan langkah kaki di depan kedua orang tuanya, Raga memutar posisi Haniya dalam bopongan, sehingga anak itu bisa berhadapan dengan kedua kakek neneknya. “Ayo, sapa Kakek dan Nenek,” ujar Raga meminta sang putri untuk menya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN