BSW Bab 147

1868 Kata

Mara menyisir pelan rambut panjang sang putri. Wanita itu duduk di tepi ranjang sementara putrinya berdiri di depannya. “Aya mau rambut Aya dikepang dua, Ibuk,” pinta Aya pada sang ibu yang langsung mengikuti permintaan tersebut. Mara membelah tengah rambut sang putri. Membaginya menjadi dua bagian. Satu bagian ia sibak ke depan bahu sang putri, lalu wanita itu memutar sedikit tubuh Haniya hingga ia bisa mulai mengepang setengah bagian rambut halus anak itu. “Rambut Aya harum, kan, Ibuk?” tanya Aya sambil menoleh beberapa detik sebelum meluruskan kembali kepalanya. Mara mendekatkan rambut yang sudah sebagian dikepang ke hidung, lalu menghirup baunya. “Um … wangi banget.” Aya tersenyum lebar mendengar pujian sang ibu. Kedua bahu anak itu terangkat saat sang pemilik terkekeh. “Papa past

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN