Hari-hari berikutnya menjadi ujian berat namun juga penuh kejutan untuk Laura. Pagi itu, halaman masjid dipenuhi suara riuh ibu-ibu yang sedang mempersiapkan acara santunan anak yatim. Wajah Laura sempat tegang ketika ia kembali datang, membawa keranjang berisi bahan makanan yang ia beli dengan uang tabungannya sendiri. “Assalamu’alaikum, Bu… ini ada sedikit beras dan gula, semoga bisa dipakai,” ucap Laura sambil menunduk. Beberapa ibu saling berpandangan. Ada yang berbisik lirih, ada pula yang pura-pura sibuk. Tapi Bu Fatimah, sosok yang sejak awal bersikap hangat padanya, segera menyambut. “Wa’alaikumussalam, Masya Allah, Laura… terima kasih ya, nak. Sungguh ini akan sangat bermanfaat,” katanya sambil tersenyum tulus. Seketika, Laura merasa sedikit lega. Ia ikut menata beras, membun

