Keesokan harinya, selepas dhuha, Raihan sengaja menemui pengurus masjid. Beberapa di antaranya tampak ragu menatapnya, bahkan ada yang gelisah. “Bapak-bapak,” suara Raihan tenang, meski hatinya bergejolak. “Saya tahu banyak yang resah. Saya tidak ingin fitnah ini berlarut. Demi keadilan, izinkan saya membawa perkara ini ke jalur yang benar.” “Jalur benar bagaimana, Ustaz?” tanya Pak Ahmad. “Saya akan mencari bukti siapa yang pertama kali menyebarkan foto itu. Kita bisa minta bantuan pihak kepolisian atau ahli IT. Saya tidak akan diam jika kehormatan keluarga saya diinjak-injak.” Beberapa jamaah terdiam. Ada yang mulai merasa bersalah karena ikut-ikutan menyebarkan foto itu tanpa memastikan kebenarannya. --- Sementara itu, Laura masih berusaha tetap kuat. Tapi siang itu, ia tak bisa m

