Bab 26

1354 Kata

Malam itu rumah terasa lebih hening dari biasanya. Laura duduk di ruang tamu, menatap kosong cangkir teh yang sudah dingin. Pertemuan dengan Alya terus berputar di kepalanya, kata-kata dingin itu seperti duri yang menusuk hati. Raihan baru selesai menidurkan Zahra. Saat kembali ke ruang tamu, ia menemukan Laura masih duduk diam, seolah pikirannya tersesat jauh. “Kenapa tidak ikut tidur?” tanya Raihan lembut, duduk di sampingnya. Laura tersenyum tipis, meski wajahnya jelas menahan gundah. “Aku takut tidur, Mas. Takut besok aku bangun, lalu ternyata semua ini hilang… dan Alya yang kembali menggantikan aku.” Raihan menarik napas panjang, lalu meraih wajah istrinya agar menatap langsung ke matanya. “Dengar aku, Laura. Kamu bukan pengganti siapa pun. Kamu adalah anugerah yang Allah kirimkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN