Bab 23

1419 Kata

Beberapa hari setelah khutbah Jumat itu, suasana rumah tangga Raihan dan Laura mulai sedikit membaik. Jamaah masjid yang tadinya suka berbisik kini justru banyak yang mendekati Laura dengan sikap lebih hangat. “Ibu Laura, maaf ya kalau kemarin sempat salah sangka. Saya kagum sama keteguhan hati Ibu,” ucap salah satu ibu jamaah ketika bertemu di pasar. Laura hanya tersenyum gugup, namun dalam hatinya ia merasa sedikit lega. Ada kehangatan yang perlahan kembali ia rasakan di tengah masyarakat. Namun, bayangan ancaman dari Zaki masih menghantui. Ia tahu betul, lelaki itu tidak akan berhenti hanya karena khutbah Raihan berhasil meredam gosip. --- Suatu malam, saat Raihan baru saja menyelesaikan kajian di pesantren kecilnya, seorang lelaki tua—Pak Anwar, salah satu donatur masjid—datang de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN