Beberapa hari setelah kunjungan pertama, Aisyah kembali datang. Kali ini ia sengaja menunggu Raihan sedang keluar menghadiri kajian, sehingga hanya ada Laura di rumah bersama Jihan. Laura agak kaget melihatnya datang lagi. “Oh… Assalamualaikum. Silakan masuk,” ucapnya kaku. Aisyah tersenyum lembut. “Waalaikumsalam. Saya hanya ingin mengantar beberapa buku untuk Jihan. Kebetulan tadi lewat.” Laura menerima bungkusan itu. Isinya buku iqra, buku cerita Islami, dan beberapa mainan edukatif. Hatinya langsung tertusuk. Aku belum pernah kasih Jihan apa-apa selain waktu. Dia… lebih pantas jadi ibu. Jihan berlari riang memeluk Aisyah. “Makasih, Mama Aisyah! Aku suka banget.” Laura menunduk, berusaha menelan perasaan yang berkecamuk. --- Setelah beberapa menit, Aisyah duduk di ruang tamu. Lau

