Ketika Tiranti selesai mandi, matanya langsung disuguhkan dengan pemandangan Bara yang memegang minyak pemberian Eyang Dira dan sekujur tubuhnya yang berminyak. “Mas! kenapa pake itu?” tanya Tiranti dengan mata yang membulat. Bara ikut kaget, dia menyimpan minyak itu di nakas dan menggelengkan kepalanya layaknya anak kecil. “Enggak, enggak,” ucapnya. “Ini minya bukan buat badan ya allah. Mas dipake ke mana aja.” “Ke tubuh.” “Ngerasa kebas gak?” “Iya, kayak yang kesemutan itu. ini buat apa ya? Mas dicubit juga gak kerasa.” Tiranti menepuk jidatnya. “Itu buat anu loh, Mas.” Tiranti menjelaskannya dan berhasil membuat Bara membulatkan mata. Bagaimana cara melemaskannya. Jika minyak ini dipakai pada bagian yang seharusnya, pasti bisa lemas dengan bermain. Namun ini? “Terus gimana dong?”