Bara dan Tiranti langsung menuju rumah Eyang sebelum kembali ke apartemen, Tiranti ingin melihat keadaan Eyang Dira lagi. Namun begitu melihat di beranda rumah aada Ibu Ziya yang sedang mengobrol bersama dengan pembantu di sana, itu membuat Tiranti merasa tidak nyaman. Ibu Ziya menyadari hal itu, tapi dia berusaha untuk mendekatkan diri lagi dengan sang menantu. Dia datang pada Tiranti dengan senyuman. “Ran…,” panggilnya dengan tangan yang merentang dan memeluknya. “Mama khawatir banget sama kamu. untung supir Mama bilang kalau dia nganterin kamu dengan selamat.” Tiranti sendiri tidak membalas pelukan, tidak tersenyum pula. Hanya menatap dengan datar tanpa ekspresi. “Udah pada makan?” tanya Ibu Ziya. “Nanti di apartemen aja, Ma. Ini mau jenguk Eyang doang kok ke sini.” Bara yang menjaw