Sebuah Hukuman.

1274 Kata

"Aku tidak bisa!" Teriakan itu keluar dari mulut Selin bagai pecahan kaca—tajam, tak tertahan, dan menggema di seluruh ruangan mewah itu. Suaranya mengguncang keheningan, menghentikan waktu sejenak, sebelum mata Vasko menatapnya dengan tajam, menusuk tanpa belas kasihan. Rahang Vasko menegang, mempertegas garis wajahnya yang sempurna—bak patung dewa Yunani yang turun dari langit, namun kini dipenuhi amarah yang dingin. Matanya menyala, bukan karena kemarahan semata, tapi karena sesuatu yang lebih dalam—sesuatu yang sulit dijelaskan oleh kata-kata. "Apa hakmu?" tanyanya datar, namun berat, seakan setiap katanya membawa beban seribu gunung. Pertanyaan itu menyentak Selin, menghentak kesadarannya dengan kejam. Ia tercekat. Dadanya terasa sesak, dan dunia seolah berputar lebih lambat. Per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN