Ara diantar oleh sopirnya menuju cafe terdekat di daerah rumahnya. Setelah mendapat izin dari Raka untuk menemui Jena, wanita anak satu itu berlari untu bersiap siap. Ia tidak mau membuang waktu sedetik pun. Bahkan Raka sudah memperingati Ara untuk tidak berlari seperti itu. Mobil Ara sampai di tempat parkir. Ia mengatakan kepada sopirnya untuk menunggu. Wanita itu segera turun dari mobil dan masuk ke dalam cafe. Di dalam heboh sekali. Jena memesan meja di lantai dua untuk acara makan siang. Ara mengedarkan pandangannya setelah sampai di lantai dua. Di meja panjang, ia melihat Jena dan rekan rekan yang lain. Senyum Ara mengembang melihat Jena. Wanita itu berlari menghampiri Jena. “Kak Jena!” seru Ara melambai. “Ara!” seru Jena juga. Mereka berdua berpelukan saat posisi keduanya