Mengalihkan dari rasa penat hanya bisa dilakukan Dayan dengan sibuk bekerja dan bekerja. Paling tidak, ia melupakan sedikit masalah hatinya. Kembali menjadi Dayan seperti beberapa bulan yang lalu. Sebelum ada nama Nazla Rachmania yang memaku hatinya. "Hari ini ada meeting pak dengan PT. Sumber Permata." "Iya." "Ini ada yang mau ditandatangani pak." "Hmmm." "Apakah Bapak bisa memenuhi keinginan PT. Karya Utama? Bapak diminta datang sore ini usai jam kantor ke restoran di Mall bilangan Jakarta Pusat. Kebetulan pemilik PT. Karya Utama sedang ada di Indonesia dan gak ada waktu lagi untuk stay lebih lama di sini jadi-" "Saya datang, beri saja alamatnya." Sang sekretaris hanya mengangguk. Sungguh, ia heran ketika mendengar gosip yang beredar. Ia memang tak pernah mencampuri urusan pr