Mana mungkin Kai melewatkan kesempatan memberikan pelajaran pada orang yang meneror rumah Senja. Setelah memastikan wanita itu baik-baik saja dan mengantar pulang Pricilla, dia langsung menuju ke Griya Aman, markas milik Nakara. Seperti yang dikatakan Nakara, otak di balik teror itu adalah Raffa. Hanya saja, dia sangat pandai menghilangkan jejak. Meski begitu, Kai tak menyerah begitu saja. Dia tetap meminta Nakara memaksa orang suruhan Raffa untuk mengaku bahwa semua itu dilakukan atas perintahnya. “Udah babak belur, masih belum mau bicara,” kaa Handaru. “Harus dipatahin kakinya gak sih?!” “Tangan aja dulu,” sahut Chiko. Dia baru menyusul setelah kembali dari luar kota. Kai menyerahkan semuanya pada Nakara. “Lo aja yang atur, Naka. Males gue ngotorin tangan lagi,” katanya dingin. “

