Wajah manis dan senyum lebar Kai hanya ditunjukan untuk Senja. Begitu tiba di kantor dan berhadapan dengan manajer keuangan, rautnya langsung berubah datar dan dingin. Bahkan suaranya terdengar menggelegar saat mendengar penjelasan dari karyawannya itu. Pasalnya, akibat kesalahan manager keuangan, perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar. Padahal, yang bersangkutan sudah pernah diberi SP 1, bukannya memperbaiki kesalahan, justru semakin menyepelekan tugasnya. “Maaf, Pak—” “Kamu pikir kata maaf bisa memperbaiki kesalahanmu?” Jangan sampai Senja melihat wajah sedingin itu. Bahaya… bisa-bisa Kai ditolak untuk yang kesekian kalinya. “Saya janji tidak akan mengulangi—” “Keluar,” potong Kai. Suaranya rendah, tetapi penuh tekanan. Mencoba menahan amarahnya, karena sisa energinya untu

