Heri sedang berada di tengah aula gym yang mulai sepi, mengangkut beberapa dumbbell dan membereskan alat Gym yang berserakan di lantai. Suasana tenang itu pecah saat sebuah bayangan bergerak cepat di sudut matanya. Sesosok pria dengan pakaian serba tertutup, hoodie hitam yang tudungnya ditarik dalam serta masker yang menutupi separuh wajah, muncul tiba-tiba di hadapannya. "Astaga, Jo! Lo mau bikin gue mati berdiri, hah?!" Heri tersentak, hampir menjatuhkan alat beban di tangannya. Jonathan tidak langsung menyahut. Napasnya terdengar berat dan memburu di balik masker, ia baru saja berlari maraton menghindari kejaran kamera wartawan. "Sori... gue cuma takut ada wartawan yang buntutin gue sampai sini," ucapnya terengah-engah, matanya melirik waspada ke arah pintu masuk. Heri meletakkan

