Di Kejar Wartawan

850 Kata

TOK! TOK! TOK! Suara ketukan pintu yang keras dan beruntun itu menghantam keheningan kamar, membuat Zee tersentak hebat. Lamunannya buyar seketika. Jantungnya berdegup kencang. Dengan sisa-sisa tenaga, Zee bangkit dari sofa. Langkah kakinya terasa berat dan goyah saat menyeret tubuh menuju pintu, ujung jemarinya memegang knop pintu, ia menarik pintu kosnya perlahan. "Zee..." Seorang pria berdiri di sana. "David," sahut Zee nyaris tak terdengar. Suaranya kering, hampa, seolah seluruh gairah hidupnya telah menguap bersama berita yang ia baca tadi. David menatap Zee dengan tatapan penuh simpati sekaligus kekhawatiran yang nyata. Ia memperhatikan pakaian olahraga yang masih melekat di tubuh Zee. "Kamu mau keluar? Jangan sekarang. Ada banyak wartawan yang sudah berjaga dan menunggumu di ge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN