“Zee …” panggil David kembali, langkahnya mendekat. Panggilan itu seketika menghentikan langkah Zee. Zee berbalik, raut wajahnya dingin dan ketus. “Dari mana kau tahu aku di sini?” “Tadi aku ke kantormu, katanya kau sedang ambil cuti … Karena kemarin kita ketemu kamu masih mengenakan pakaian olahraga, jadi aku pikir kau pasti ada di sini,” ucap David, terdengar sedikit tergagap dan gugup. “Apa kita bisa berbicara sebentar?” pinta David, pandangannya memohon. “Untuk apa?” tanya Zee, tanpa basa-basi. “Sepertinya aku perlu menjelaskan kenapa aku bilang putus waktu itu.” “Maaf, aku sudah tidak butuh penjelasan lagi,” ucap Zee tegas. “Kita sudah punya pasangan masing-masing.” Tanpa mereka sadari, Jonathan sudah berjalan mendekat, memperhatikan intens dari jarak yang tidak terlalu jauh.

