Canggung

1122 Kata

Pagi itu, suasana gym terasa hening, hanya ada mereka berdua; keheningan yang terasa penuh antisipasi. “Zee, hari ini kita fokus pada latihan perut,” ujar Jonathan. “Oke,” jawab Zee singkat. “Berbaringlah terlentang,” Jonathan menunjuk matras hitam di sudut ruangan yang agak tersembunyi. Zee menurut. Saat ia berbaring, Jonathan mengambil posisi. Ia merentangkan kaki Zee, lalu duduk di antara kedua kaki tersebut, tepat di depan area intim Zee. Jonathan menyilangkan kakinya di bawah lutut Zee yang tertekuk, menstabilkan posisi mereka. “Aku akan memegang pangkal pahamu agar posisimu stabil,” bisik Jonathan, suaranya sedikit serak. Ia mulai menekan. Jari-jarinya terasa hangat, nyaris menyentuh batas sensitif milik Zee. Seketika, desiran panas menjalar, membanjiri seluruh tubuh Zee. “Angka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN