Sang Mantan

705 Kata

Dengan mata yang masih sembab kemerahan, Zee meninggalkan arena gym menuju parkiran. Namun, tepat saat jemarinya menyentuh gagang pintu mobil, sebuah suara menginterupsi gerakannya. “Zee….” Panggilan itu sangat familiar, cukup untuk membuat Zee terpaku di tempat. Ia menarik napas panjang, berusaha mengumpulkan sisa-sisa ketenangannya sebelum berbalik perlahan. “Hai, David,” sapa Zee, berusaha terdengar santai meski suaranya sedikit bergetar. David melangkah mendekat. Guratan tegas di wajahnya memancarkan harapan yang sulit disembunyikan. “Bisa kita bicara?” Zee hanya mampu mengangguk. Rasa sesak yang masih bersarang di dadanya seolah merampas kemampuan suaranya untuk keluar. “Ayo, pakai mobilku saja.” David langsung meraih tangan Zee, menuntunnya pergi. Tepat saat mereka melangkah,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN