Sebuah Berita

1123 Kata

"Seperti yang sudah kau lihat di TV," gumam Jonathan dingin. Ia tetap memunggungi Zee, enggan menoleh sedikit pun. Jonathan menghela napas panjang, ada nada frustrasi yang tertahan di sana. "Kau boleh pulang, Zee. Aku sudah merasa lebih baik." "Oh ... oke." Zee beranjak dari sofa dengan ragu. Ia sadar Jonathan sedang ingin sendiri, dan ia pun merasa ini bukan waktu yang tepat untuk menuntut penjelasan lebih jauh. Dengan langkah pelan, Zee mengambil tasnya di dekat meja dapur. Sementara itu, Jonathan masih bergeming di posisi semula, berdiri kaku layaknya patung. Saat langkahnya membawa Zee sejajar dengan pria itu, ia berhenti sejenak. "Aku pulang dulu. Cepat sembuh, ya," ucapnya lirih. Zee baru saja hendak melangkah melewati Jonathan saat sebuah tangan tiba-tiba menyambar pergelangan t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN