"Maksudmu apa, Rin? Jelaskan pelan-pelan," tanya Zee dengan suara yang mulai goyah. "Kenapa ini semua gara-gara kamu?" "Waktu itu aku sangat kesal padanya. Aku memukuli dan menendangnya secara brutal," isak Airin dengan wajah yang masih terbenam di pangkuan Zee. "Dia melaporkanku ke polisi. Aku ketakutan, Kak ... aku takut masuk penjara, jadi aku mengadu pada Kak David." Zee terpaku, debar jantungnya kian tak beraturan. "Lalu? Apa yang terjadi setelah itu?" "Kak David menemui Cindy. Mereka membuat kesepakatan agar Cindy mencabut laporannya," sahut Airin pelan, suaranya nyaris hilang ditelan isak tangis. "Kesepakatan apa?" desak Zee, rasa penasaran mulai bercampur dengan firasat buruk. Airin akhirnya memberanikan diri untuk mendongak. Dengan mata yang sembab dan merah, ia menatap langs

