Part 46

2046 Kata

Raka geram sekali, dia tahu kalau Vargas sengaja mengambil celah ketika dia tidak berada di rumah. Padahal sudah lama dia tahu kalau pria itu pergi dan tidak menunjukkan batang hidungnya lagi selama bertahun-tahun. "Semoga saja Anindya tidak tertipu dengan wajah polos pria itu! Aku jadi tidak tenang meninggalkannya." Gumam pria itu seraya menatap wajahnya di depan cermin. Raka baru saja selesai mandi. Pria itu sedang mengeringkan rambutnya. Anindya telah selesai, dia melihat layar ponselnya menyala beberapa detik yang lalu. Peringatan kalau ada pesan masuk ke sana. "Raka?" Gumamnya sambil menghenyakkan tubuhnya, duduk di tepi tempat tidur. Pesan singkat tersebut tidak dia balas, dia hanya melihatnya sebentar. Beberapa menit kemudian menjatuhkan tubuhnya dan terlelap di atas tempat ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN