"Maaf, Var—" Belum sempat Aresha menyelesaikan ucapannya, Alvarro dengan sigap merebahkan tubuh Aresha di atas sofa dan menahan tengkuk lehernya. Ia menatap Aresha dengan dalam, seolah meminta persetujuan darinya. Aresha hanya diam. "Sepertinya aku sudah tersihir olehmu, Varro...!" batin Aresha, kemudian menutup rapat matanya. Tepat saat Aresha menutup matanya, Alvarro mendaratkan ciuman yang begitu lembut di bibirnya. Disesapnya bibir Aresha bergantian. Aresha kembali terbuai dalam ciuman Alvarro. Bibir Alvarro terasa begitu hangat dan lembut. Tanpa sadar, Aresha mengalungkan tangannya di leher Alvarro dan mulai membalas ciumannya. Dengan perlahan, Aresha membuka mulutnya dan menyesap bibir bawah Alvarro saat Alvarro menyesap bibir atasnya. Kepala mereka seolah tahu kapan harus berpi