Perlahan aku membuka, mendengarkan pandangan dan mendapati diriku yang bukan berada di kamarku. Satu bulan telah berlalu setelah Arsen melamarku di rumahnya, salah satu hal yang tidak pernah aku lupakan. Lalu satu minggu kemudian kami bertunangan. Dan kemarin adalah hari pernikahan kami yang diadakan di sebuah gedung dan dihadiri oleh para kerabat dan teman-teman kami. Jika boleh jujur, aku masih tidak menyangka bahwa pada akhirnya aku bisa menikah dengan satu-satunya pria yang aku cinta. Aku merasa itu seperti mimpi. Tapi jika itu hanya mimpi aku ingin terus berada di dalam mimpiku, karena aku ingin selalu bersama dengannya. "Pagi-pagi begini kok kamu udah senyum-senyum?" Aku langsung terperanjat dan tersadar dari lamunan saat mendengar suara itu. Dan kulihat Arsen yang entah sejak ka

