Hana keluar dari dalam kamar. Melihat semua sudah berkumpul di meja makan dengan memakan makan malam mereka. Hana mengambil duduk di depan Marko di samping Mr. Aberto. Ia mencuri pandang pada lelaki yang menjadi suaminya itu. melihat Marko yang fokus dengan makanan yang ada di depannya. Tidak mengalihkan tatapannya sama sekali dari makanan yang ada di depannya. Hana menghela napasnya. Semenjak kejadian tadi. Marko tidak melihat padanya. Seolah dia tidak terlihat. Lelaki itu terus saja melakukan apa yang dimau olehnya. Mr. Aberto yang menyadari ada sesuatu antara Hana dan Marko. Lelaki tua itu menggeleng. Kapan kedua orang itu tidak dalam keadaan baik-baik saja. Keduanya selalu saja memiliki masalah. “Kalian kenapa lagi?” Marko mendongak dan menatap pada kakeknya. “Bukan apa-apa. Ak