“Selamat pagi,” sapa Bisma saat melewati cubicle Fitri. “Bapak,” sapa Fitri perlahan sembari berdiri menatap Bisma dengan tatapan sedih. Bisma tersenyum kecut saat melihat wajah Fitri yang pucat dengan mata yang sembab. Mereka baru saja beberapa jam berpisah dan kembali bertemu setelah kejadian malam tadi. “Ayo ke ruanganku,” ajak Bisma pada Fitri. Gadis itu segera mengikuti langkah Bisma untuk masuk ke dalam ruang kerja Bisma. “Bagaimana keadaan rumahmu pagi ini? Apa kamu baik-baik saja?” tanya Bisma khawatir. Fitri duduk perlahan didepan meja kerja Bisma dan menatap pria itu dengan pandangan nanar. “Suasana rumah rasanya canggung sekali, Lara pagi - pagi sekali sudah berangkat kerja. Aku tak ada kesempatan untuk bicara dengannya,” ucap Fitri perlahan sambil menundukan kepal

