“Sudah ya, aku turun,” ucap Lara mengakhiri pembicaraan mereka. “Tunggu, kita belum selesai bicara,” tahan Bisma. “Mau bicara apalagi sih mas? Aku sudah bilang kamu tak perlu mengganti handphoneku.” “Pembicaraan kita bukan hanya itu, aku juga ingin minta maaf atas sikapku kemarin.” “Ck! Kalau itu aku maafkan kapan-kapan,” jawab Lara sebal sambil kembali mencoba membuka pintu dan lagi-lagi Bisma menahan tangannya. “Bisa gak sih kamu duduk tenang dan bicara secara serius sebentar saja?” pinta Bisma merasa kesal dengan sikap Lara. “Aku selalu serius dengan ucapan dan sikapku! Karena serius, aku memutuskan tak ingin menghabiskan waktu berlama-lama dengan pria mengerikan seperti mas Bisma!” “Lara! Aku minta maaf atas kejadian kemarin, dan aku sudah menjelaskan semuanya pada Eyang Ajeng

