Bab 17. Jiwa Yang Terluka

1723 Kata

Bisma mendorong Lara perlahan agar segera duduk saat mereka memasuki kereta cepat dan menemukan nomor bangku yang mereka pesan. Wajah Lara tampak tak nyaman dengan kehadiran Bisma. Ia merasa tak nyaman bukan karena kejadian kemarin tetapi saat ini ia butuh pulang sendirian ke Bandung dan bersiap-siap untuk bertemu Ega sang ayah. Entah apa yang akan terjadi ketika mereka bertemu dan hal itu yang membuat Lara tak ingin Bisma melihat kondisi keluarganya saat ini. Lara takut, jika Bisma tahu ia akan memberitahu Anita. Mengingat sifat Anita yang terbuka dan blak-blakan, tak mungkin rasanya jika ia hanya diam saat mengetahui adiknya berselingkuh dengan iparnya sendiri. Jika Anita sampai bilang pada Ajeng, tentu bisa semakin memperumit keadaan, apalagi neneknya sudah tua dan mulai sakit-sakit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN