Bisma masuk ke dalam kamar hotel, dimana dirinya dan Lara tengah mengistirahatkan diri. Setelah menangis begitu hebat, Lara ingin kembali ke Jakarta, tetapi Bisma menahannya dan memilih untuk menyewa sebuah kamar di sebuah hotel untuk singgah yang tak jauh dari stasiun kereta agar Lara bisa memulihkan diri sejenak sebelum mereka kembali ke Jakarta. Di dalam kamar Lara tengah melamun sambil menatap keluar jendela, bahkan tak menyadari kehadiran Bisma. “Lara, ayo minum dulu,” suruh Bisma sambil menyodorkan sebotol air mineral dan sebutir obat paracetamol ke tangan Lara. “Untuk apa obat ini?” tanya Lara sambil menatap Bisma sendu. “Kamu terlalu emosional, apa kamu tidak merasa tubuh mulai demam dan terasa hangat?” ucap Bisma menjelaskan. Lara hanya memalingkan wajahnya sesaat dan seger

