Lara duduk termenung di ranjang. Sudah hampir dua bulan ia tidak kembali ke Bandung. Rasanya ia masih tak sanggup untuk bertemu sang ayah. Rasa marah dan kecewa membuatnya ingin terus menghindari untuk bertemu Ega–ayahnya. “Kapan kamu pulang? “ tanya Ega dalam pesannya. Lara hanya diam tak menjawab. Tiba - tiba sebuah pesan masuk kembali ke dalam handphone Lara dan lagi - lagi dari Ega. “Minggu depan papa dan mama ke Jakarta untuk menghadiri acara pertunangan Rico, kita bertemu di rumah Eyang ya, ada yang ingin papa jelaskan sama kamu.” Membaca pesan Ega, Lara segera menghubungi ayahnya dengan gusar. “Assalamualaikum sayangnya papa,” sapa Ega terdengar senang karena Lara langsung menghubunginya setelah sekian lama. “Waalaikumsalam. Papa dan mama gak usah ke Jakarta!” ucap Lara din

