Ketakutan Oz

1115 Kata

Angin laut menyentuh wajah cantik Edrea saat pintu villa itu terbuka. Kegalauannya berpadu dengan desir ombak di kejauhan, seperti sedang menyambutnya. Villa pantai ini tidak mewah. Sederhana. Tapi bagi Edrea, ini adalah rumah kebebasannya untuk sementara. Dia meletakkan koper kecil di lantai. Hanya berisi beberapa potong baju, buku, dan laptop yang bahkan tidak berniat dia nyalakan. Surat pengunduran diri sudah dikirim melalui email. Rekan-rekan kantornya kaget. Atasan coba membujuk. Tapi Edrea tak bergeming. “Aku hanya butuh waktu sendiri,” katanya pada diri sendiri, berjalan menuju jendela kaca yang menghadap langsung ke laut. Tapi itu bohong. Dia tidak butuh waktu sendiri. Dia ingin dicari. Oleh Oz. * * Oz baru mendarat di bandara pukul sembilan malam. Jet pribadinya mendarat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN