Kendaraan hitam keluaran terbaru dari sebuah merek ternama meluncur pelan sebelum akhirnya berhenti tepat di depan Kania. Kilap bodinya memantulkan cahaya siang, kontras dengan wajah pucat gadis itu yang mendadak kehilangan warna. Napas Kania tercekat. Tubuhnya seolah terkunci di tempat. Ia tahu, kemunculan itu bukan kebetulan. Dan ia juga tahu, posisinya sekarang terancam. Tidak ada jalan untuk menghindar. Pintu mobil terbuka. Pemiliknya turun dengan gerakan tenang yang justru terasa mengintimidasi. Tubuh tegap itu muncul perlahan, lalu pintu ditutup dengan bunyi keras yang memecah udara. Tatapannya langsung mengarah pada Kania. Tajam. Li.ar. Sorot mata itu tidak lagi seperti wali yang memikul tanggung jawab. Ia menatap Kania seperti pemangsa yang menemukan buruannya—dingin, mengua

