Bab131

3257 Kata

Kania mendesah berat. “Aku putus sama Naren.” Melati mengernyit, jelas terkejut mendengar pengakuan itu. Setahunya, Kania begitu menyukai Naren—bahkan sampai rela menjalin hubungan diam-diam di belakang Biantara. “Loh, kenapa?” Gadis itu mengedikkan bahu, enggan menjelaskan lebih jauh. “Privasi, Kak.” Tanpa menunggu respons Melati, Kania melangkah pergi. Ia mengunci pintu kamarnya, lalu menjatuhkan diri ke atas ranjang dengan punggung bersandar pada kepala ranjang. Tangannya meraih earphone di atas nakas, menyambungkannya ke ponsel, dan memutar musik sekadar untuk meredam pikirannya. Tangan yang lain menyalakan layar tablet, melanjutkan desain gaun pengantin pesanan kliennya. Namun, setiap kali menatap sketsa itu, ada rasa sesak yang tak bisa ia jelaskan di dadanya. Sejujurnya, desa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN