Bab 127

3844 Kata

Kania yang baru saja terlelap sontak terbangun. Jantungnya berdebar kaget, seolah ada sesuatu yang menyeretnya paksa keluar dari tidur yang belum benar-benar lelap. Matanya yang masih berat menahan kantuk berusaha terbuka lebar, sementara jemarinya mengucek pelan sisa-sisa lelah yang menggantung di pelupuknya. Napasnya masih tak teratur, pikirannya belum sepenuhnya sadar. Samar-samar, di antara cahaya redup ruangan, ia melihat seseorang berdiri tepat di hadapannya. Siluet itu besar dan mengintimidasi. Tubuh lelaki itu tegap, wajah maskulinnya menegang, dengan postur tinggi dan kekar yang tampak begitu dominan dalam ruangan itu. Kehadirannya seperti menyesakkan udara. Beberapa detik kemudian, ketika pandangannya mulai benar-benar jelas, Kania terperanjat refleks. Dadanya terasa runtuh sek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN